Apa itu ‘Brand’?

Kita tentu sering mendengar istilah ‘brand’ atau ‘branding’, apalagi akhir-akhir ini kita banyak mendengar istilah ‘city branding’. Seringkali ketika kita mendengar istilah ‘brand’ hal yang pertama muncul di benak kita adalah sebuah nama, julukan, logo atau simbol. Memang beberapa hal tersebut adalah unsur-unsur yang ada dalam sebuah brand, lalu apa yang dimaksud dengan brand itu sendiri?

Apa itu ‘Brand’/’Branding’?

Saat ini terdapat berbagai definisi “brand” dan “branding”. Menurut kamus kosakata Interbrand, sebuah konsultan branding terkemuka di dunia yang berpusat di New York, mendefinisikan brand secara lebih spesifik, yakni “amixture of attributes, tangible and intangible, symbolized in a trademark, which, if managed properly, creates value and influence” Yaitu suatu perpaduan dari atribut, nyata dan abstrak, yang disimbolkan melalui sebuah nama dagang, yang, apabila dikelola dengan tepat, dapat menghasilkan nilai dan pengaruh.

Sedangkan “branding” didefinisikan sebagai “selecting and blending tangible and intangible attributes to differentiate the product, service or corporation in an attractive, meaningful and compelling way”  Yaitu pemilihan dan pencampuran atribut-atribut nyata dan abstrak untuk membedakan produk, jasa atau perusahaan dengan cara yang menarik, penuh arti dan memaksa.

American Marketing Association mendefinisikan brand sebagai sebuah nama, istilah, tanda, simbol atau ciri-ciri lain yang memperkenalkan barang atau jasa milik suatu penjual sebagai pembeda dari milik penjual-penjual lainnya. Berdasarkan definisi AMA maka pemilihan nama, logo, simbol dan atribut lain yang dapat membedakan dengan produk/perusahaan/wilayah lain adalah kunci keberhasilan menciptakan sebuah brand.

Fungsi ‘Brand’

Menurut Surya dalam bukunya Global Capabilities, beberapa fungsi utama brand adalah:

  • Sebagai sebuah janji.
    brand menjanjikan diferensiasi yang berarti, menciptakan kecenderungan, dan mampu menjadikan produk “premium”.
  • Sebagai jalan pintas dalam pengambilan keputusan.
  • Sebagai aset yang menambah nilai finansial. – Menandakan perubahan kepada audience.
  • Menanggapi perubahan audience.
  • Mengkomunikasikan kembali nilai-nilai perusahaan pada masyarakat.
  • Memerangkati moral orang-orang didalam perusahaan.
  • Mengabsahkan momentum untuk sebuah pernyataan jangka panjang.
  • Menciptakan , mengelola, dan menguasai persepsi masyarakat, baik didalam organisasi maupun masyarakat umum.

Brand bukanlah sebuah produk, melainkan sesuatu yang dapat memberi arti dan dapat mendifinsikan identitas sebuah produk, sebuah persepsi atau pikiran yang muncul di benak masyarakat saat mendengar atau melihat sebuah nama/identitas.

Seperti halnya ketika kita mendengar ‘pangandaran’, hal yang akan muncul di benak kita adalah laut, pantai, wisata, piknik, brand yang tercipta berdasarkan letak geografisnya atau kondisi alam pangandaran yang memang berada di sisi selatan pulau jawa. Berbeda dengan ketika mendengar ‘bandung’ yang akan muncul adalah gedung sate, fashion, dan cantik-cantik pemudinya(ini mah di benak saya :p), brand yang muncul berdasarkan landmark dan kondisi sosialnya.

Lalu apa yang muncul di benak anda ketika mendengar ‘Purwokerto’?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *