Belitong Timur, Negeri Laskar Pelangi dan Parade Bintang (2)

Suara bising kendaraan, asap pabrik, gedung-gedung pencakar langit, atau polusi visual dari baliho-baliho iklan tidak akan dijumpai di sini, paling tidak untuk saat ini. Keramaian wisatawan juga tidak begitu nampak atau mungkin memang bukan musim liburan. Dibalik rusaknya lingkungan, belitung timur masih menyimpan surganya sendiri. Banyak sekali danau-danau kecil yang terbentuk dari hasil penggalian timah, konon beberapa diantaranya masih terdapat buaya liar.

Ada beberapa waktu yang jangan sampai terlewatkan ketika berada di Belitung timur. Pertama adalah saat subuh, kesejukan udara pagi dan semburat cahaya matahari yang menabrak pepohonan kering membentuk garis-garis cahaya yang terkesan misterius, kedua saat siang hari langit begitu biru dan bersih dihiasi awan putih yang lembut, ketiga adalah saat senja, proses transisi dari terang ke gelap memang selalu membawa suasana tersendiri, sendu, syahdu, hangat. Dan waktu yang terakhir adalah favorit saya, waktu paling epic ketika berada di negeri Laskar Pelangi, malam hari dimana tidak ada setitikpun distorsi cahaya dari bumi yang menghalangi sinar milyaran bintang di jagad raya. Sebuah planetarium asli yang tidak membutuhkan usaha besar untuk dapat menikmatinya, cukup berdiri di tepi jalan dan memandang ke atas dan lihatlah ‘Milky Way’ yang dihamparkan di depan matamu. Sebuah suasana yang akan membuat lupa akan dunia, sebuah suasana yang akan membuatmu teringat kembali semua pelajaran ilmu pengetahuan alam tentang planet dan antariksa saat di bangku sekolah. Bonus bagi saya saat itu adalah terlihatnya planet paling terang Venus, dan Si Raksasa Jupiter berdansa di ufuk barat. Seketika itu menurut saya Belitung timur adalah Negeri Laskar Pelangi dan Parade Bintang.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *